[Unedited]
Credit: Gourmet Scans
TL by: CY
Posted by: Genoise
<Chapter 93>
“Selamat datang, Nona.”
“Ya, halo.”
Hill Rosemont menyambutku di kamar yang kumasuki untuk melarikan diri dari Kruno Etam.
Dan aku mengusir orang-orang saat belajar bersama Hill Rosemont, seperti biasa. Begitu juga dengan Terem.
Karena aku tidak mau pembicaraanku dengannya tidak terdengar oleh siapa pun.
Aku duduk di kursi dan melihat kudapan yang telah disiapkan oleh para dayang.
“Anda sudah besar.”
“Iya, Aku hebat, kan?”
“Tampaknya Anda mendapatkan banyak cinta.”
Hill Rosemont menjawab sambil menyeringai begitu aku menjawab dengan penuh kemenangan.
Pakaiannya terlihat cukup nyaman, mungkin karena dia memutuskan untuk tidak bersandiwara sama sekali di depanku sejak awal.
“Bagaimana jika kita bertransaksi dulu sebelum belajar?”
“Berikan dulu padaku.”
Aku tersenyum lebar sambil menjulurkan kedua tangan. Hill Rosemont tertawa.
“Anda harus menunjukkan barang aslinya dulu, Nona. Bukankah itu dasar transaksi?”
“Saya yang akan menilainya apakah Anda sudah meneliti datanya dengan benar.”
“Saya sudah melakukannya dengan benar.”
“Kalau begitu, tolong tunjukkan.”
Mata Hill Rosemont menyipit. Dia merenung sejenak seolah memperkirakan maksudku, kemudian menyerahkan amplop berisi dokumen padaku.
Aku segera mengeluarkan dokumen dan memeriksanya. Jalur pengadaan yang akan dilewati, rencana pengadaan, jumlah bahkan lokasi pengerjaannya sudah jelas.
Tapi, sama sekali tidak ada informasi tentang penawarnya.
“Mana informasi tentang penawarnya?”
“Nona minta informasi tentang Hattar, kan? Anda tidak minta informasi mengenai penawar Hattar.”
Hill Rosemont berkata sambil melebarkan matanya. Aku tahu kau tidak akan memberitahuku, tapi ini sedikit menyebalkan.
“Kalau begitu, aku juga akan memberikanmu setengah telur saja.”
“…Anda bercanda?”
“Kau memberikan informasi setengah-setengah.”
Obat penawar adalah hal yang paling penting, kenapa dia bisa memberikan informasi tanpa bagian itu saja?
“Saya masih belum tahu sejauh itu.”
Hill Rosemont menggerakkan bahunya.
“Saya telah melakukan yang terbaik untuk mengumpulkan informasi dalam waktu yang terbatas, tapi mau bagaimana lagi, ada hal-hal yang belum saya ketahui.”
Suaranya lantang dan mengatakan dengan tegas bahwa itu bukan pelanggaran kontrak.
‘Ini saja sudah cukup.’
Sudah cukup sebagai bukti pertama.
Tujuan akhirnya adalah mengumpulkan cukup bukti untuk menangkap dalangnya kemudian menyerangnya.
‘Kalau begitu, aku tidak perlu melakukan pembersihan besar-besaran.’
Aku menyilangkan kedua tangan lalu mengangkat kepala karena tiba-tiba aku merasakan sebuah tatapan.
Hill Rosemont menatapku sambil menelengkan kepalanya.
“Jadi hasilnya?”
“Coba buka laci itu. Ada di sana.”
Matanya menyipit begitu aku menunjuk lagi meja yang kecil.
“…Di tempat sekecil itu?”
“Iya.”
Banyak legenda yang mengatakan bahwa telur wivern seukuran kepala laki-laki dewasa, jadi tidak aneh jika Hill Rosemont menunjukkan reaksi seperti itu.
Namun, itu adalah legenda yang diciptakan oleh orang-orang yang belum pernah melihat telus monsters dengan benar.
Sebenarnya…
“Apa ini?”
Hill Rosemont membuka laci dengan kasar dan menekuk mukanya dengan ganas.
“Nona, apa sekarang Anda menipu saya?”
Karena telur itu kecil, seukuran telapak tangan seorang anak kecil.
Aku menggelengkan kepala mendengar suaranya yang ganas.
“Tidak, itu benar, kok.”
Sama seperti aku sebelum menjadi hatchling, wivern adalah kadal kecil seukuran telapak tangan anak kecil ketika masih anak-anak.
“Ini benar…? Sekecil ini…?”
Hill Rosemont menghela napas dan memelototiku.
“Sumpah?”
“Iya.”
“Jika bukan…”
Hill Rosemont mendekat, mengusap sofa di sebelah wajahku, lalu membungkukkan badannya.
“Nona harus mengangkat saya sebagai orang tua Anda.”
Jelas yang dimaksud adalah cap.
“…Baiklah.”
Bagaimanapun, telur itu memang asli.
Dia mengangguk tanpa menyembunyikan keraguan begitu mendengar jawaban yang pasti.
“Saya akan percaya.”
“Iya, apa kau tahu cara merawatnya?”
“Saya pernah membacanya di buku.”
Buku? Buku apa lagi yang ia baca?
Begitu aku melihatnya tanpa menyembunyikan ekspresi tidak senang di wajahku, Hill Rosemont membuka mulutnya dengan wajah cukup bangga.
“Telur Wivern membutuhkan suhu panas, jadi taruhlah di tempat yang sepanas lahar…”
Kalau kau melakukannya, telur itu akan terbakar hingga tak bersisa.
“Jika mau sampai matang dengan baik. Taruh di dalam api yang pas supaya bisa menyerap energi api.”
Iya, dan jadilah telur dadar.
“Terakhir, buku itu mengatakan bahwa cukup dipanaskan di atas pelat besi panas kemudian buat sedikit celah maka Wivern akan menetas.”
Itu sih telur mata sapi.
Aku tidak tahu apa yang hendak ia lakukan dengan telur yang rapuh itu. Baru saat itulah Hill Rosemont menutup mulutnya begitu aku memasang wajah terkejut.
“…Bukan begitu, ya?”
“Iya.”
“Kalau begitu, bagaimana caranya?”
Hill Rosemont sepertinya memikirkan apa yang ia katakan tadi, lalu diam-diam berubah pikiran.
Dia pun menyadari keanehannya.
“Pelaku utama.”
Dia menyipitkan mata karena ucapanku.
“Aku akan memberitahumu jika kau memberitahuku tempat persembunyian pelaku utama yang menyebarkan Hattar.”
“…Anda mau sedikit melanggar kontrak?”
“Aku bilang, aku memberikan telur pada Pak Guru. Aku tidak bilang bahwa aku akan memberitahu cara merawatnya juga.”
Alis Hill Rosemont berkedut begitu ia membelalakkan mata sambil tersenyum menyeringai. Dia menunjukkan geliginya dengan wajah yang memanas.
“Nona, apa saya terlihat naif?”
“Tidak. Pak Guru adalah mitraku.”
“…Mitra? Saya dan Anda?”
Dia tertawa getir seperti orang yang mendengar cerita yang sangat lucu.
Aku mengangguk tanpa malu, dan pria yang menyilangkan tangan itu mendesah.
“Saya tidak tahu informasi detailnya, kecuali bahwa ia adalah pria muda dengan bekas luka di atas mata kirinya. Kudengar, dia menyukai cerutu unik yang dibuatnya sendiri dan tidak dipasarkan.”
Hill Rosemont membuka mulutnya dengan patuh. Sejujurnya, kupikir harus berdebat dan membujuknya sedikit lagi, tapi ternyata dia sangat patuh.
“Cuma itu informasi yang saya tahu.”
Tentu saja, alasannya karena dia tidak tahu banyak tentang isinya.
“Dia kadang-kadang muncul di arena perjudian, tapi saya tidak yakin karena itu hanya informasi dari mulut ke mulut. Karena di sana adalah tempat bercampurnya semua bau cerutu.”
Dia memiringkan kepalanya sambil tersenyum kecut. Melihat wajahnya yang mengesalkan itu, aku menatapnya dari atas ke bawah lalu tersenyum.
“Peluk saja.”
“Apa?”
“Kau hanya perlu memeluk telur itu seperti ayam mengerami telurnya.”
“…Itu saja?”
“Iya, itu saja.”
Sudah lama Wivern tidak bisa menetas karena tidak ada makhluk yang memberikan kehangatan.
“Anda menjadikanku mitra sambil menyerang seseorang… Rasanya saya ingin merekrut Anda begitu melihat muka Anda yang tebal, Nona.”
“Ayrin.”
Alis Hill Rosemont terangkat karena ucapanku yang tak terduga.
“Panggil saja Ayrin.”
“Kenapa saya…”
“Kita kan sudah menjadi teman.”
“Teman apa…”
“Tidak ada batasan umur dalam pertemanan.”
Aku tersenyum, dan Hill Rosemont membuka buku dengan lelah.
“Kita akan mulai belajar.”
Meski begitu, dia tidak membalas untuk menyangkal kata-kataku.
‘Apa dia sudah mendapatkan seorang teman?’
Karena dia tidak menyangkalnya, kupikir itu sangat positif dan aku fokus belajar.
***
Setelah mendapat masukan mengenai Hattar, aku harus melakukan pekerjaan dengan sangat cepat.
Hari ini pun aku memasuki ruang rapat yang masih asing sambil digendong ayah. Hari ini ruang rapat sedikit berbeda dari biasanya dan lebih banyak orang yang hadir.
Sebuah meja bundar diletakkan di tengah dan terlihat orang-orang yang kini familier.
Dimulai dari Charneil Etam, Nelia Jardan, Acrea Siphile, Hael Etam, Kruno Etam, Duke Mirel, dan Nenek Devane Etam yang baru kembali beberapa hari lalu.
Tidak hanya mereka. Kali ini tampaknya Callan Etam, Shillian Etam, dan Sharne Etam juga hadir.
Melihat mereka mundur ke belakang, tampaknya mereka sedang diawasi.
Ketiga orang itu melambaikan tangan padaku. Aku tersenyum dan membalas lambaian tangan mereka. Sharne Etam mulai meremas boneka yang dipegangnya.
“…”
Aku menoleh untuk melihat Devane Etam, dan merasakan debaran yang tidak menyenangkan. Jadi, aku memalingkan muka.
“Ada apa? Ibu bilang, Ibu mengalami insiden begitu datang yang membuat keponakan bungsu sangat membenci Ibu?”
Nelia Jardan berkata sambil tersenyum lembut. Dia melambai ke arahku dengan wajah santai.
“Halo, Ketua.”
“Halo.”
Nelia Jardan tersenyum puas begitu aku menundukkan kepala di kursi, tempat ayah mendudukkanku
“Kau benar-benar tidak mirip ayahmu.”
Aku membelalakkan mata dan menatapnya, dan dia menelengkan kepala.
“Kenapa? Itu kan pujian terbaik.”
“…”
Itu pujian terbaik?
Aku segera mengerti setelah memikirkannya sejenak. Dia mata orang biasa, tentunya ini sebuah pujian.
Begitu aku mengangguk, ayah menatapku dengan wajah terkejut.
“Hmph, hahahaha!!”
Nelia Jardan membuang martabatnya dan tertawa terbahak-bahak. Aku tidak tahu betapa menyenangkannya suara tawa yang keluar dari mulutnya.
“Kak, perhatikan martabatmu. Ini sungguh memalukan.”
“Hanya ada kita di sini, jadi apa pentingnya? Kau canggung…? Apa kau bersikap seperti itu juga di depan Marquess Siphile?”
“Mau ajak ribut?”
“Tidak.”
Nelia Jardan mengangkat bahunya.
“Ayah?”
Melihatnya masih membeku karena terkejut, aku mendekatkan bibirku ke telinga ayah dengan hati-hati.
“Yang penting, Ayah yang terbaik.”
“…Benarkah?”
“Iya!”
“…Oke.”
Wajah ayah yang kaku sedikit melembut dan bibirnya sedikit menonjol.
‘Kurasa dia sudah lega.’
Baru saat itulah aku melihat ke depan dengan tenang.
Kali ini orang-orang melihat kami dengan pandangan yang tidak wajar.
“Hoek.”
Hael Etam memucat dan pura-pura muntah, seolah-olah dia sangat menderita di masa lalu dan baru pertama kali melihat ayah mengerucutkan bibirnya.
Keheningan melanda sesaat.
<Bersambung>
Did You Enjoy This Chapter?💡 Sending a tip helps us purchase raws and cover the expenses we need to pay each month to keep our site running.
Join the GS Discord to chat about series, report issues, and keep up with new chapter releases:
https://discord.gg/PRZEAJZE3J
























































































































































































































































































































































